Bagaimana Cara Menyusun Rumusan Masalah?

Updated by on Jumat, 28 Desember 2018 - Desember 28, 2018

Tafsi Junior - Salah satu langkah yang ada di dalam metode ilmiah adalah merumuskan masalah. Merumuskan masalah adalah menyusun pertanyaan berdasarkan objek pengamatan.

Rumusan masalah dibuat sebagai kerangka acuan dalam melakukan penelitian. Dengan kata lain, penelitian atau percobaan dilakukan untuk menjawab rumusan masalah yang dibuat.

Masalah adalah segala persoalan yang perlu dipecahkan secara pasti dan benar. Akan tetapi tidak semua masalah dalam kehidupan merupakan masalah penelitian.

Kriteria utama masalah dapat disebut sebagai masalah penelitian yaitu masalah tersebut harus dapat dipecahkan dan bermanfaat jika berhasil dipecahkan.

Oleh karena itu, sebelum merumuskan masalah, sebaiknya dipastikan terlebih dahulu apakah ada metode atau data yang dapat digunakan untuk memecahkannya.

Rumusan masalah umumnya ditulis dengan kalimat tanya. Adapaun kata tanya yang biasa digunakan dalam rumusan masalah adalah apa, bagaimana, di mana, siapa, kapan, dan mengapa.

Beberapa pola pertanyaan umum yang biasa digunakan:
1). Apakah hal itu?
2). Bagaimana hal itu terjadi?
3). Di mana hal itu dapat ditemukan?
4). Kapan hal itu berlangsung?
5). Mengapa hal itu terjadi?
6). Bagaimana hal itu dapat terjadi?

Cara yang paling umum digunakan untuk merumuskan masalah adalah dengan mencari masalah terlebih dahulu. Untuk itu, biasanya seorang peneliti melakukan pengamatan atau observasi.

Setelah menemukan sesuatu dari pengamatannya, maka seorang peneliti dapat menyusun rumusan masalah yang berhubungan dengan objek pengamatannya.

Sebagai contoh, Anda mengamati suatu tanaman di pekarangan rumah Anda dan mendapati tumbuhan tersebut lebih subur dibanding yang lain.

cara merumuskan masalah penelitian

Setelah Anda liat lebih jauh, ternyata ada suatu bintik hitam di bagian akar tanaman itu yang diduga dapat menyuburka tanaman tersebut.

Nah, dari observasi tersebut, Anda dapat merumuskan masalah sebagai berikut:
1). Apa sebenarnya bintik hitam itu?
2). Apa zat yang terkandung dalam bintik hitam itu?
3). Bagaimana bintik hitam itu dapat mempengaruhi kesuburan tanaman?
4). Mengapa bintik hitam itu dapat menyuburkan tanaman?
5). Di bagian mana bintik hitam tersebut banyak ditemukan?
6). Apakah bintik hitam itu dapat diberikan ke tanaman lain?

Rumusan masalah juga dapat disusun berdasarkan permasalahan yang ditemukan dalam buku, laporan penelitian, diskusi, seminar, dan pertemuan ilmiah lainnya.

Demikian pembahasan singkat mengenai cara merumuskan masalah penelitian. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Posting Komentar